This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label olahraga nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label olahraga nasional. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Oktober 2011

Persija Jakarta

Persija Jakarta

Persija (singkatan dari Persatuan Sepak Bola Indonesia Jakarta) adalah sebuah klub sepak bola Indonesia yang berbasis di Jakarta. Persija saat ini berlaga di Liga Super Indonesia.
Persija didirikan pada 28 November 1928, dengan cikal bakal bernama Voetbalbond Indonesish Jakarta (VIJ). VIJ merupakan salah satu klub yang ikut mendirikan Persatuan sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) dengan keikutsertaan wakil VIJ, Mr. Soekardi dalam pembentukan PSSI di Societeit Hadiprojo Yogyakarta, Sabtu 19 April 1930.
Klub ini mendapatkan perhatian yang besar dari Gubernur Jakarta, Sutiyoso, yang merupakan Pembina Persija. Kelompok pendukungnya bernama The Jakmania.
Pelatih klub untuk musim 2008 lalu adalah Danurwindo. Sementara, pelatih klub untuk musim 2007 adalah Sergei Dubrovin dengan Isman Jasulmei sebagai asisten pelatih. Saat ini Persija Jakarta dilatih oleh Maman Suryaman dengan Benny Dollo sebagai Direktur Teknik.
Dalam keikutsertaan Persija di Liga Indonesia mereka baru sekali mencatatkan diri sebagai Juara Liga Indonesia dan hal tersebut mereka raih pada musim kompetisi tahun 2001.
Dan pada musim kompetisi 2009 mereka bermarkas di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
DATA KLUB:
Nama lengkap : Persatuan Sepak bola Indonesia Jakarta
Julukan : Macan Kemayoran
Didirikan : 28 November 1928
Stadion : Gelora Bung Karno, Jakarta, Indonesia (Kapasitas: 88.083)
Kostum: Orange-Hitam (kandang), Putih-Orange (tandang)
Direktur utama : Benny Erwin
Ketua Umum : Fauzi Bowo
Manajer : Haryanto Badjoeri
Pelatih : Maman Suryaman

SKUAD MUSIM 2009-2010:
Kiper:
1 Rony Prasnanto
22 Frenky Irawan
31 M. Yasir
Bek:
3 Elvis Nelson
4 Abanda Herman
23 Leo Saputra
6 Baihakki Khaizan
32 Leonard Tupamahu
80 Aris Indarto
14 Ismed Sofyan
21 Erick Setiawan
17 Harry Salisburi

Gelandang:
16 Windu Hanggoro
7 Ramdani Lestaluhu
8 Salim Alydrus
9 Fachruddin Mustafic
11 Agus Indra
24 Heru Nerli
27 Richard Ceceres
81 M. Ilham
Penyerang:
15 Aliyudin
20 Bambang Pamungkas
29 T.A. Musyafry
PRESTASI:
1 kali juara Liga Indonesia (2001/02)
1 kali Runner-Up Copa Indonesia (2005)

PSPS Pekanbaru

 PSPS Pekanbaru



PSPS Pekanbaru atau Persatuan Sepak Bola Pekanbaru dan Sekitarnya adalah klub sepak bola kebanggaan kota Pekanbaru, Riau.
Kandang PSPS adalah Stadion Kaharuddin Nasution, atau yang lebih dikenal sebagai Stadion Rumbai, karena letaknya di daerah Rumbai, Pekanbaru.
Tim ini memiliki julukan Askar Bertuah, sesuai julukan kota Pekanbaru, Kota Bertuah. Para suporter fanatik mereka disebut Asykar Theking.
Sejak berdirinya, PSPS Pekanbaru baru bisa mencicipi persaingan di Divisi Utama pada tahun 1998. PSPS pernah mengalami masa kejayaan pada musim 2004 di Liga Indonesia, ketika diperkuat sejumlah pemain tim nasional. Mereka juga sempat menjadi tim disegani selama dua musim.
Namun karena gagal menjadi juara, manajemen PSPS lalu merombak tim. Akibatnya, mereka terperosok, bahkan sampai ke Divisi I. PSPS promosi ke Divisi Utama setelah mengalahkan PS Indocement Cirebon.
PSPS kini kembali ke kasta tertinggi setelah menempati peringkat tiga Divisi Utama Liga Indonesia 2008/2009.
DATA KLUB
Nama lengkap : Persatuan Sepak bola Pekanbaru dan Sekitarnya
Julukan : Askar Bertuah
Didirikan : 1 Januari 1955
Stadion : Stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai Pekanbaru (Kapasitas: 20.000)
Kostum : Biru lengan putih-Putih (kandang), Garis kuning merah-Merah (tandang)
Ketua Umum : H. Herman Abdullah M.M
Manajer : Destrayani Bibra
Pelatih : Abdul Rahman Gurning
SKUAD 2009-1010
Kiper:
1 Tharjaki Lubis
23 Dede Sulaiman
25 Fance Harianto
Bek:
4 Armand Joel Banaken Bassoken
5 Agus Cima
6 Susanto
15 Daniel Junaidi
22 Rivelino
70 Edi Sibung Sukamto
Gelandang:
3 April Hadi
10 Ade Candra Kirana
11 Ade Suhendra
17 Ahmad Junaidi
18 Cyril Emile Tchana
21 Rusdianto
29 M. Zahrul Bin Azhar
37 Agus Rianto
99 Putut Waringin Jati
Penyerang:
9 Dzumafo Herman Epandi
14 M. Iqbal
27 Dedi Gusmawan
31 Amdeus Suropati
88 M. Isnaini

PRESTASI
Divisi Utama : Juara I (2008)

Mangkir Latihan, Komdis Siap Panggil Irfan Bachdim

Mangkir Latihan, Komdis Siap Panggil Irfan Bachdim
 Lagi, skuad Merah Putih melakukan tindakan indisipliner, tidak hanya pemain Timnas Indonesia, pemain Timnas U-23 yang diproyeksikan meraih emas di SEA Games 2011 juga melakukan hal yang sama.

Sebelumnya, kasus indisipliner muncul di tubuh skuad Garuda Senior, di mana Boaz Solossa dan Ricardo Salampessy meminta ijin untuk tidak ikut tampil bersama Timnas Indonesia ketika menghadapi Qatar.

Kini muncul lagi kasus yang menimpa Timnas U-23 di mana pemain yang juga tergabung dalam skuad senior, Irfan Bachdim, disinyalir mangkir dari latihan.

Ketua Komdis PSSI Bernhard Limbong  kabarnya kini bersiap melakukan pemanggilan kepada striker Persema Malang tersebut.

Irfan sendiri dikabarkan menghilang dari pemusatan latihan selama tiga hari terakhir.

"Kami akan menyelidiki ada persoalan apa. Tadi pelatih Timnas U-23 Rahmad Darmawan juga menanyakan hal itu," ujar Limbong.

Limbong menyatakan akan menindak Irfan sesuai dengan peraturan yang berlaku, jika penyerang timnas itu terbukti melakukan tindakan indisipliner.

"Saya akan berkomunikasi dengan klubnya. Kalau memang diketahui melewati batas kewajaran akan diambil tindakan sesuai ketentuan," katanya.

Ia berharap, Irfan Bachdim dapat hadir dalam laga uji coba digelar Minggu (16/10/11) melawan Persiba Bantul.
bola.net

Konflik Kompetisi: Pendukung Kelompok 14 Bertambah

Ketua Umum Persiba Balikpapan Syahril Taher mengklaim jumlah klub anggota yang menentang kebijakan PSSI tentang format kompetisi 2011-2012 dan masalah kepemilikan saham, tidak lagi berjumlah 14, melainkan menjadi 15 klub.

"Pengelola klub Arema Indonesia bilang pada saya bahwa mereka ikut kita. Dengan demikian sebenarnya kami sudah ada 15 klub yang sepakat menentang kebijakan PSSI yang salah itu," ujar Syahril Taher kepada wartawan di Jakarta, Jumat malam.

Sebelumnya, 14 klub yang disebut-sebut bersepakat menentang kebijakan PSSI adalah Persebaya, Sriwijaya FC, Persipura, Persib, Persidafon, Persiwa, Persiba Balikpapan, Persela, PSPS, Pelita Jaya, Semen Padang FC, Deltras, Persisam, dan Mitra Kukar.

Saat pertemuan manajer digelar PSSI pada Kamis malam lalu, diketahui sebanyak 12 klub ikut menandatangani pernyataan sikap Kelompok-14, yakni Persebaya (Wisnu Wardana), Sriwijaya FC (Hendri Zainuddin), Persipura (MH Thamrin).

Selain itu juga ada Persidafon (Azwan Karim), Persiwa Wamena (Agus Santoso), Persiba Balikpapan (Syahril Taher), Persela (Abriadi), PSPS Pekanbaru (Boy Sabirin), Semen Padang (Erizal Anwar), Deltras Sidoarjo (Doddy Matondang), Persisam Samarina (Harbiansyah Hanafiah) dan Pelita Jaya (Rahim Soekasah dan Gunawan Tamsir).

Secara terpisah, juru bicara Kelompok 14 Harbiansyah Hanafiah mengungkapkan, Persib memang tidak ikut menandatangani karena pengurus tim Maung Bandung ini tidak hadir dalam pertemuan manajer.

"Kami tak bisa memastikan secara menyeluruh siapa yang ikut, karena masih bisa berkembang. Kami juga sudah berkomunikasi dengan Mitra Kukar dan Persiba Bantul yang mengindikasikan ikut. Persiba Bantul katanya belum melakukan merger dengan Bandung FC. Pak Ferry Paulus (Persja) juga menyatakan sepakat dengan kami," ujar Harbiansyah seperti dilansir dari Antara.

Syahril Taher mengatakan, ke-15 klub tersebut sepakat untuk memutar kompetisi sendiri karena pada dasarnya yang berkewenangan memutar kompetisi adalah klub.

Kelompok ini pun dengan tegas menginginkan kompetisi hanya diikuti 18 klub (bukan 24) karena hal itu sesuai statuta serta mempertimbangkan kondisi geografis dan kemampuan finansial klub.

"Ke-15 klub ini sepakat untuk memutar kompetisi sendiri, dan kami menuntut hasil Kongres PSSI di Bali pada Januari lalu tentang pembagian saham antara klub dan PSSI adalah 99 banding 1. Kami tak mau menyalahi Statuta PSSI dan hasil kongres," ujarnya.

"Kita tidak melanggar aturan Statuta. Namun karena sikap kami dianggap berseberangan seperti itu, Ketua Kompetisi Sihar Sitorus sempat mengusir kami saat pertemuan manajer di Hotel Ambhara," ungkap Shahril Taher.

Ditambahkan Syahril, saat Kongres PSSI di Solo pada 9 Juli 2011 pihaknya memilih Djohar Arifin Husin diiringi harapan ada perubahan ke arah lebih baik di PSSI.

"Namun PSSI di bawah kepemimpinan Djohar Arifin dengan nyata telah melanggar Pasal 15 Statuta. Kita sudah berulangkali memperingatkan agar pasal ini jangan sampai dilanggar," tegasnya.
bola.net

Jumat, 02 September 2011

Timnas Indonesia Sempat Berlatih di Lapangan Berkerikil


 Jelang laga pra kualifikasi piala dunia zona Asia antara Iran melawan Indonesia, timnas Indonesia sempat dipersulit oleh official timnas Iran yang memberikan lapangan berkerikil untuk latihan Firman Utina Cs.
Kabar ini disampaikan Sarman, WNI yang saat ini berada diTeheran Iran, Kamis (1/9/2011). Melalui sambungan telepon, Sarman menceritakan lapangan berkerikil ini berada di Kompleks Olahraga Azadi. Pelatih timnas Indonesia, Wim Rijsbergen pun sempat marah karena kondisi lapangan yang disediakan berkerikil serta tidak ada garis lapangan.
"Saya kira ini contoh yang tidak baik. Iran tidak memberikan fasilitas yang baik untuk tamu. Timnas juga sempat diusir dari lapangan yang dipakai timnas Iran untuk berlatih. Ini politik Iran yang tidak dewasa," ujar Sarman.
Dikatakannya, pihak Iran juga dinilai mempersulit karena menyediakan hotel tempat menginap yang jaraknya cukup jauh dari tempat latihan. Menurutnya kondisi psikologis pemain Indonesia cukup bagus dan kendala seperti itu diharapkan tidak menjadi halangan untuk meraih kemenangan besok.
"KBRI sendiri memberikan pelayanan yang cukup baik kepada rombongan timnas kita. Masalahnya hanya dari pihak Iran yang kurang baik pelayanannya," katanya.
Sarman menambahkan, saat timnas Indonesia berlatih, tidak ada warga negara Iran yang menonton dan hanya warga negara Indonesia. "Ada tadi stasiun tv lokal sini, tetapi di cut off sama official timnas kita sehingga tidak ada yang menyaksikan," imbuhnya.

Kamis, 01 September 2011

Diego Siap Raih Trofi SEA Games untuk Indonesia

INILAH.COM, Malang – Diego Michiels, pemain timnas U-23 Indonesia kelahiran Belanda, sangat bersemangat bisa bergabung dengan skuad Garuda. Gelar juara pun ia incar.
Diego, bersama dua pemain naturalisasi lainnya, yakni Ruben Wuarbanaran dan Kim Jefrey Kurniawan, bergabung dengan 21 pemain lain dalam pemusatan latihan timnas U-23 proyeksi SEA Games.
Perjuangan untuk mengenakan kostum Merah-Putih ini tidaklah mudah. Sekitar lima bulan ia menanti proses naturalisasi. Selama itu pula, ia tak bisa berkonsentrasi dalam sepak bola, karena harus memenuhi berbagai macam persyaratan administratif.
"Selama itu saya menunggu proses naturalisasi selesai," ucap pemain yang kini memperkuat Pelita Jaya tersebut.
Sama seperti orang Eropa kebanyakan, iklim tropis Indonesia menjadi kendala tersendiri. Namun kini ia mengaku sudah terbiasa. "Memang panas, tapi saya sudah biasa. Saya sudah nyaman di sini," terang sulung dari tiga saudara itu.
Diego cukup percaya diri bisa menembus skuad utama timnas U-23. “Di Belanda, saya bermain di tim utama, saya bermain bagus di tiap pertandingan. Jadi saya yakin bisa bergabung dengan Timnas. Saya ingin membawa Indonesia juara SEA Games," kata mantan pemain Go Ahead Eagles ini.
Pemainyang mengaku suka dengan nasi goreng ayam ini menambahkan, bermain untuk Indonesia adalah panggilan hatinya. "Buat aku ini pengalaman bagus. Saya rasa ini negara saya karena darah saya masih Indonesia," paparnya.
Diego adalah anak keturunan Indonesia-belanda. Ayahnya Robbie Michiels berasal dari asal Jakarta. Diego juga masih memiliki darah Ambon yang diturunkan dari neneknya. sedangkan sang ibu, Annet Kloppenburg asalah warga negara Belanda. Semasa kanak-kanak pemain 21 tahun ini menghabiskan waktu di klub amatir, RDC Deventer.[beritajatim/yob]

Lawan Iran, Nasuha Kemungkinan Besar Absen

Lawan Iran, Nasuha Kemungkinan Besar Absen

INILAH.COM, Teheran - Sebuah kabar buruk datang menghinggapi timnas senior Indonesia menjelang pertandingan melawan Iran. Merah Putih terancam tampil tanpa diperkuat bek Muhammad Nasuha.
Merah Putih akan bertarung melawan Iran dalam laga perdana babak ketiga pra-Piala Dunia Grup E yang akan dihelat di Stadion Azadi pada 2 September nanti.
Namun, timnas terancam tampil tidak dengan kekuatan maksimal di laga tersbut. Bek Muhammad Nasuha kemungkinan besar tidak bisa tampil disebabkan oleh akumulasi kartu.
Seperti diketahui, Nasuha mendapat kartu kuning kedua saat memperkuat Indonesia menghadapi Turkmenistan, 28 Juli lalu. Asisten pelatih timnas yang kini menukangi timnas U-23, Rahmad Darmawan sempat memprotes keputusan ini. 
Menurut Rahmad, wasit seharusnya tidak memberikan kartu kepada Nasuha. Pasalnya bek Persija Jakarta itu sama sekali tidak melakukan pelanggaran. Yang melakukan pelanggaran justru pemain tengah Ahmad Bustomi.
”Kasus Nasuha masih susah. Bisa ditanyakan kepada PSSI perkembangannya karena kami juga menanti jawaban dari mereka hingga kini, sebelum managers meeting besok,” ungkap media officer timnas Desy Christina.
Lebih lanjut, Desy juga menuturkan bahwa pasukan Merah Putih akan tampil bertahan di laga nanti, dan menyerang dengan mengandalkan counter attack.
“Timnas akan bermain dengan skema deffensive-counter attack. Saat ini mereka tengah fokuskan latihan kepada koordinasi dan penyelesaian akhir,” tandasnya.


Lawan Indonesia, Iran Gunakan Kostum Putih-putih



INILAH.COM, Teheran - Timnas Iran kemungkinan besar akan mengenakan kostum berwarna putih-putih dalam laga perdana Grup E pra-Piala Dunia melawan Indonesia.
Timnas Indonesia akan melakoni laga perdana Grup E babak ketiga pra-Piala Dunia zona Asia menghadapi Iran pada 2 September mendatang di Stadion Azadi.
Sebelum menghadapi Iran, pasukan Merah Putih telah melakukan ujicoba internasional terakhir melawan timnas Yordania. Sayang, timnas harus menyerah dengan skor 1-0 di laga tersebut.
Menurut penuturan media officer timnas Desy Christina, kemungkinan besar Iran akan menggunakan kostum kebesaran mereka yang berwarna putih-puth di laga tersebut.
Dengan demikian, Indonesia harus mengenakan kostum dengan warna yang berbeda dengan Iran. Sesuai dengan regulasi FIFA, kaus, celana, dan kaus kaki kedua tim tidak boleh sama dan tuan rumah memiliki kesempatan memilih kostum terlebih dahulu.
“Timnas Iran kostumnya putih-putih dan merah-merah. Bocoran dari LO mereka, Iran kemungkinan memakai putih-putih,” tuturnya.
“ Artinya, Indonesia harus siap memakai kostum yang warnya tidak sama. Tetapi,  Besok akan diperjuangkan ke match commitee untuk hasil terbaik,” lanjutnya.